Olahraga

Badminton
Olahraga

Marcus dan Kevin Masih Rangking Satu Ganda Putra BWF

Badminton World Federation atau BWF masih menjadikan Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo sebagai pasangan ganda terbaik di dunia. Mereka masih menduduki ranking pertama pada urutan pemain ganda terbaik yang dikumpulkan dari berbagai negara yang ikut serta dalam berbagai tour BWF di seluruh dunia. Hingga saat ini pasangan ini masih menjadi kebanggan Indonesia dan menjadi tumpuan untuk beberapa pertandingan badminton di beberapa tahun mendatang.

Marcus/Kevin Tidak Ikut Tour BWF Terakhir

Karena ada kendala pandemi, sejak tahun 2019 tour BWF dihentikan sementara dan ditunda. Bahkan beberapa pemain andalan di berbagai negara sempat menjadi salah satu pasien covid-19. China sama sekali tidak ikut serta di dalam berbagai kegiatan BWF karena merasa riskan dan khawatir akan menjadi penyebab penyebaran viruc covid-19 yang terus terjadi hingga saat ini. Awalnya, Kento Momota peman tunggal putra dari Jepang mengonfirmasi dirinya terkena virus corona. Demikian juga beberapa pemain lain yang telah konfirmasi kepada BWF.

Akibat dari itu, maka banyak pemain tidak ikut serta di dalam tour bahwa final BWF yang direncanakan akan dilaksanakan akhir tahun kemarin baru terselenggara di akhir Januari kemarin. Sementara itu, peringkat BWF terus bergulir dan beruntungya Marcus/Kevin masih menduduki peringkat pertama untuk urutan pemain ganda terbaik di seluruh dunia. Peringkat dua masih dari Indoensia, yaitu pasangan Moh Ahsan dan Hendra Setiawan. Meskipun sudah senior namun keduanya masih tampil sangat baik di dalam berbagai event.

Berbicara tentang peringkat BWF, baik Marcus Fernaldi Gideon atau Kevin Sanjaya Sukamuljo mengatakan bahwa ini adalah berkah. Meskipun di Thailand open mereka tidak ikut serta tapi mereka masih memiliki banyak poin sehingga tidak tersalip oleh pemain lain, bahkan oleh ganda putra unggulan kedua Ahsan dan Hendra. Perlu diketahui bahwa Ahsan dan Hendra baru saja menjadi juara kedua dalam ajang BWF Final Tour. Setidaknya, Indonesia telah memiliki satu wakil untuk ajang akhir BWF.

Kevin Sempat Positif Covid-19

Penyebab mengapa Marcus dan Kevin tidak ikut ajang terakhir BWF tour adalah karena Kevin terkonfirmasi positif covid-19. Inipun dibenarkan oleh Pelatnas Di Cipayung sehingga dengan berat hati pasangan ini tidak ikut serta. Banyak salam positif dan semangat yang dilayangkan oleh keduanya, dan ternyata mereka merasa bahwa ini adalah sebuah mukjijat di mana mereka tetap bisa berada di rumah dan menjadi yang terbaik di keesokan harinya nanti.

Marcus dan Kevin pernah membicarakan tentang kenangan indah bandar togel singapura saat mengikuti ajang Asian Games 2018 di mana keduanya merupakan ganda putra yang berhasil mendapatkan medali emas. Di ajang mendatang, Swiss Open, ada beberapa pemain juga yang tidak ikut tampil. Sepertinya pasangan ini pun masih dipertimbangkan untuk ikut tampil. Perasaan ketika menang adalah perasaan yang bahagia, itu ujar Marcus Gideon namun dengan adanya dirinya di rumah maka itupun sesuatu yang harus disyukuri.

Sekarang ini, Marcus Fernaldi Gideon baru saja mendapatkan anak keduanya. Saat ini pasangan Marcus dan Agnes tengah berbahagia dan memiliki momen indah. Sementara itu Kevin sudah sembuh dan negatif covid-19 kembali melakukan kegiatan seperti biasa baik itu latihan di Pelatnas maupun bertemu dengan beberapa kerabat untuk bertegus sapa dan berbagi kabar. Mengenai kisah cinta Kevin, tidak ada informasi lebih lanjut karena sepertinya Kevin lebih senang untuk fokus pada karirnya sebagai pemain Badminton.

Read More
Liga 1 Shopee
Olahraga
Sepak Bola

Hari Ini Penentuan Degradasi Liga 1 2019

Tiga klub yang bakal degradasi dari ajang Liga 1 2019 dapat ditentukan hari ini, Jumat (13/12) menjelang pertandingan yang mempertemukan Persija Jakarta melawan Madura United dan juga PSIS Semarang melawan Semen Padang.

Penentuan Degradasi Liga 1 2019

Perseru Badak Lampung dan juga Semen Padang toto togel online bakal mengetahui nasib mereka di ajang Liga 1 hari ini. Kedua klub pasalnya berpeluang dipastikan akan degradasi dari ajang Liga 1 2019 hari ini mendampingi Kalteng Putra yang mana sudah dipastikan turun kasta ke Liga 2.

Kemenangan dari Madura United bakal memastikan juara bertahan Liga 1 tersebut aman dari ancaman degradasi. Saat ini Persija mengoleksi sebanyak 38 buah poin dari total 31 pertandingan. Dan torehan 41 poin Macan Kemayoran itu tak akan mampu dikejar oleh Badak Lampung yang mengoleksi 33 poin dari 32 buah laga atau pun Semen Padang yang mengoleksi 31 poin dari 31 laga.

Apabila Persija menang, maka Badak Lampung pun dipastikan degradasi dikarenakan poin maksimal yang dapat mereka raih di sisa musim Liga 1 2019 adalah 39 poin. Terakhir kali, Badak Lampung harus mau dikalahkan oleh Bhayangkara FC dengan skor 2-3 bertempat di Stadion Pemuda Wayhalim pada hari Kamis (12/12) malam kemarin.

Di laga lainnya yang berlangsung di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Semen Padang bakal menjalani laga penting di mana mereka akan melawan tuan rumah PSSI Semarang. Dua tim tersebut pasalnya sama-sama memerlukan hasil yang posifti guna memastikan mereka masih pantas bertahan di Liga 1 musim depan.

PSIS yang berhasil mendapatkan 40 poin dari 31 laga, Cuma membutuhkan 1 poin saja untuk memastikan bertahan di Liga 1. Sementara itu Semen Padang harus bisa menyapu bersih kemenangannya di laga sisa untuk menjaga peluang bertahan mereka di Liga 1. Apabila bermain imbang atau pun kalah dari PSIS, maka Semen Padang sudah dipastikan akan terdegradasi,

Kemenangan atas PSIS pun tak akan mengamamankan posisi Semen Padang karena PSIS, Barito Putra, dan juga Persela Lamongan yang sama-sama mempunyai poin 40 poin Cuma butuh satu poin saja untuk bertahan di Liga 1 pada musim depan.

Klasemen Liga 1 2019

Ini lah klasemen Liga 1 2019:

  1. Bali United
  2. Persipura Jayapura
  3. Pusamania Borneo
  4. Persebaya Surabaya
  5. Bhayangkara FC
  6. Madura United
  7. Persib Bandung
  8. PSS Sleman
  9. PSM Makassar
  10. Arema
  11. TIRA Persikabo
  12. PSIS
  13. Barito Putera
  14. Persela Lamongan
  15. Persija Jakarta
  16. Perseru Badak Lampung
  17. Kalteng Putra
  18. Semen Padang

Klasemen Liga 1 2019 di atas pasalnya ditentukan setelah Borneo FC menekuk Persib Bandung dengan skor 1-0 di STadion Segiri, Samarinda, Rabu (11/12) kemarin. Persib yang bermain tandang malah di luar dugaan dapat mengalahkan Borneo F. Gol tunggal tim Maung Bandung tersebut diciptakan oleh Ghozali Siregar di menit ke-41.

Ghozali pasalnya membobol gawang lawan lewat tendangan dari luar kotak penalty. Tembakannya yang mana smepat mengenai pemain belakang Borneo FC tak dapat diantisipasi oleh Gianluca Pandeynuwu. Tambahan 3 poin ini bisa akhirnya membuat Persib naok ke peringkat keenam klasemen sementara dengan raihan 45 poin. Tim yang diasuh oleh Robert Alberts ini mengoleksi jumlah poin yang aman sama dengan Persebaya Surabaya akan tetapi mereka kalah head to head.

Read More
Olahraga
Olahraga Bola Kaki
SEA Games
Sepak Bola
Sepak Bola Indonesia

Indonesia Cetak Rekor Gol di Sepanjang Sejarah SEA Games

Timnas Indonesia mencetak rekor gol sepanjang sejarang performanya di SEA Games. Rekor gol yang dimaksud adalah rekor mencipatakan 21 gol dari 7 buah pertandingan. Sebelumnya catatan ketajaman terbaik Tim Garuda Muda ini tercipta di SEA Games 1997. Saat itu Timnas Indonesia mencetak 16 gol yang mana Kurniawan Dwi Yulianto menjadi top skorer dengan 5 gol yang disumbangkannya.

Indonesia Cetak Sejarah di SEA Games

Catatan 21 buah gol di SEA Games 2019 ini pasalnya unggul 5 gol atas torehan gol Timnas Indonesia di ajang SEA Games 12 tahun yang lalu itu, tepatnya di Jakarta. Timnas Indonesia tak langsung mempertontonkan ketajamannya di ajang SEA Games 2019 ini.

Egy Maulana Vikri yang menciptakan gol atas Thailand adalah gol pembuka Indonesia di ajang SEA Games ke-30 ini. Setelah mengalahkan Singapura dengan skor 2-0, Indonesia malah harus mengalami nasib buruk dengan kekalahannya di bawah Vietnam dengan skor 1-2 di partai ketiga fase grup. 

Kemudian Brunei Darussalam jadi lumbung gol Indonesia. Di laga keempat pada fase grup, Tim Garuda Muda ini menang dengan raihan 8 gol tanpa balas dari Brunei. Di laga terakhir babak grup pun, Indonesia yang melawan Laos mampu menghajar Laos dengan skor 4-0 tanpa balas. Timnas Indonesia praktis mencetak 17 gol di fase grup.

Sama sebenarnya seperti Indonesia, Vietnam yang tampil sebagai juara grup pun mencetak jumlah gol yang sama. Di laga semifinal, anak asuh dari Indra Sjafri ini kembali menunjukkan performanya yang baik dengan sumbangan 4 gol dalam laga melawan Myanmar yang berlangsung sampai dengan 120 menit.

Namun sayangnya di laga final, Indonesia gagal meraih gol togel singapore hari ini yang akan keluar setelah ditekuk oleh Vietnam dengan skor 0-3. Sehingga sampai dengan saat ini jumlah gol di SEA Games 2019 masih sebanyak 21 gol.

Ini lah catatan rekor gol Timnas Indonesia di ajang SEA Games 2019.

1977: 7 gol

1979: 6 gol

1981: 5 gol

1983: 3 gol

1985: 1 gol

1987: 7 gol

1989: 12 gol (Top skorer Mustaqim 4 gol, I Made Pasek Wijaya 4 gol)

1991: 5 gol

1993: 6 gol

1995: 14 gol (Top skorer Eri Irianto 5 gol, Fakhri Husaini 3 gol, Kurniawan Dwi Yulianto 3)

1997: 16 gol (Kurniawan Dwi Yulianto 5 gol sebagai top skorer)

1999: 11 gol (top skorer Bima Sakti 3 gol)

2001: 12 gol (top skorer Bambang Pamungkas 4 gol)

2003: 1 gol saja

2005: 6 gol

2007: 4 gol

2009: 3 gol

2011: 14 gol (top skorer Patrich Wanggai 5 gol)

2013: 4 gol

2015: 11 gol (Top skorer Evan Dimas 4 gol)

2017: 10 gol (top skorer Septian David Maulana 3 gol)\

2019: 21 gol (Osvaldo Haay 8 gol)

Sebenarnya Indonesia berharap bahwa mereka bisa memenangkan pertandingan melawan Vietnam. Sang pelatih, Indra Sjafri pun sering menyampaikan bahwa harus ada daya juang di timnas Indonesia. Mungkin hal itu merupakan turnan dari darah Minangnya yang ditanamkan nilai-nilai agar tak pantang menyerah dan mental pemenang.

Namun demikian, upayanya belum cukup ‘manjur’ untuk mengantarkan Indonesia meraih medali emas SEA Games 2019 di cabor sepak bola. Timnas Indonesia U23 benar-benar harus menelan pil pahit dengan kekalahan 0-3 di bawah timnas Vietnam.

Read More