Sepak Bola

Sepak Bola

Cerita Klopp yang Susah Terpisah dari Liverpool Selama Pandemi Corona

Jurgen Klopp merasa tak nyaman menjalani aktifitas yang harus terpisah dari Mohamed Salah dkk selama masa karantina karena pandemic corona ini. Manajer Liverpool itu pasalnya diberitakan sangat merana jika harus ‘bekerja dari rumah’ dan jauh dari anak asuhnya. Ia dan anak asuhnya sekarang ini hanya terhubung dengan perangkat teknologi komunikasi selama menjalani masa karantika di rumah masing-masing. Sosok yang pernah jadi bek dan juga striker saat masih bermain tersebut menilai skuat Liverpool sekarang ini masih memiliki semangat kebersamaan yang besar.

Klopp Susah Harus Jauh dari Anak-Anak Asuhnya

Cuma saja, Klopp merasa bahwa latihan dan pertemuan dengan cara daring ini tak bisa mengobat kerinduan untuk bercengkrama langsung seperti sedia kala. “Anak-anak dalam semangat yang bagus sekali, secara tiba-tiba ada perasaan kehilangan akan mereka karena ini adalah kelompok yang luar biasa,” ungkapnya dikutip dari CNN Indonesia.

Pria yang sudah memberi satu buah gelar Liga Champions untuk Liverpool ini tidak memungkiri begitu menikmati pertemuan menggunakan aplikasi komunikasi sebagai pengobat rundu pada skuat The Reds itu. “Anda pastinya ingin bersama dengan mereka. Ada keinginan untuk berkumpul sedekat mungkin. Ini adalah momen terdekat kami, lebih dari sekedar bertanya, ‘Apa kabar?’ dan hal-hal yang seperti itu,” imbuhnya.

“Saya bisa menerima situasi ini namun makin lama saya tidak bisa berdekatan dengan orang-orang yang kamu suka, maka itu membuat sakit. Itu lah situasi yang kami rasakan sekarang,” ungkap Klopp dilansir dari CNN Indonesia.

Mantan juru latih Borussia Dortmund tersebut juga merasa bersyukur teknologi sekarang ini memungkinkan orang dari tempat yang jauh berbeda dapat bertatap muka. Ia mengatakan situasi sangat riuh saat pertemuan dengan pemain terjadi karena semuanya bisa saling bicara, terlebih lagi kalau ada yang sedang berulang tahun. “Ya! Situasinya benar-benar kacau karena kami bernyanyi bersama,” ungkapnya lagi.

“Berbeda halnya jika kami bertatap muak seperti biasa di luar ruangan. Semua terdengar mengerikan, namun yang penting adalah ide di balik itu semua. Ketika kami mengadakan sesi pada hari itu semua yang berulang tahun sejauh ini menghargainya. Anak-anak menyukainya. Saya tidak tahu persis ada berapa Bahasa yang digunakan. Di lapangan kami biasa melakukannya sebelum berlatih,” ujarnya lagi.

Liverpool dan Pandemi Corona

Namun tak semuanya berjalan baik akibat wabah corona ini. Liverpool sendiri dibanjiri kecaman dari mantan pemain-pemainnya karena mereka ikut melakukan pemangkasan gaji karyawannya di tengah pandemic ini. Satu per satu klub Liga Inggris pasalnya melakukan kebijakan toto togel terpercaya itu untuk mengurangi beban finansial perusahaan. Liverpool, namun, yang masih mengalami keuntungan dirasa tidak pantas memberlakukan kebijakan tersebut.

Tepatnya tanggal 4 April 2020 waktu setempat lalu, para pemimpin Premier League berjanji mereka akan membayar gaji karyawannya 100% akan tetapi dengan skema 80% ditanggung oleh pemerintah Inggris sementara itu 20% lainnya dibayarkan oleh klub. Liverpool di bawah asosiasi miliader Amerika, Fenway Sports Group, mendapatkan kecaman yang keras atas rencana itu.

Misalnya saja Legenda Liverpool Jamie Carragher. Ia menilai rencana pemangkasan gaji para karyawannya itu menghilangkan niat baik manajer dan pemain yang lebih dulu setuju gajinya dipotong. “Jurgen Klopp menunjukkan kerelaannya untuk kepentingan bersama di awal pandemic ini. Pemain senior juga terlibat dalam pemotongan gaji tapi semua itikad baik itu hilang, kasihan Liverpool,” tukasnya dilansir dari CNN Indonesia.

Read More
Liga 1 Shopee
Olahraga
Sepak Bola

Hari Ini Penentuan Degradasi Liga 1 2019

Tiga klub yang bakal degradasi dari ajang Liga 1 2019 dapat ditentukan hari ini, Jumat (13/12) menjelang pertandingan yang mempertemukan Persija Jakarta melawan Madura United dan juga PSIS Semarang melawan Semen Padang.

Penentuan Degradasi Liga 1 2019

Perseru Badak Lampung dan juga Semen Padang toto togel online bakal mengetahui nasib mereka di ajang Liga 1 hari ini. Kedua klub pasalnya berpeluang dipastikan akan degradasi dari ajang Liga 1 2019 hari ini mendampingi Kalteng Putra yang mana sudah dipastikan turun kasta ke Liga 2.

Kemenangan dari Madura United bakal memastikan juara bertahan Liga 1 tersebut aman dari ancaman degradasi. Saat ini Persija mengoleksi sebanyak 38 buah poin dari total 31 pertandingan. Dan torehan 41 poin Macan Kemayoran itu tak akan mampu dikejar oleh Badak Lampung yang mengoleksi 33 poin dari 32 buah laga atau pun Semen Padang yang mengoleksi 31 poin dari 31 laga.

Apabila Persija menang, maka Badak Lampung pun dipastikan degradasi dikarenakan poin maksimal yang dapat mereka raih di sisa musim Liga 1 2019 adalah 39 poin. Terakhir kali, Badak Lampung harus mau dikalahkan oleh Bhayangkara FC dengan skor 2-3 bertempat di Stadion Pemuda Wayhalim pada hari Kamis (12/12) malam kemarin.

Di laga lainnya yang berlangsung di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Semen Padang bakal menjalani laga penting di mana mereka akan melawan tuan rumah PSSI Semarang. Dua tim tersebut pasalnya sama-sama memerlukan hasil yang posifti guna memastikan mereka masih pantas bertahan di Liga 1 musim depan.

PSIS yang berhasil mendapatkan 40 poin dari 31 laga, Cuma membutuhkan 1 poin saja untuk memastikan bertahan di Liga 1. Sementara itu Semen Padang harus bisa menyapu bersih kemenangannya di laga sisa untuk menjaga peluang bertahan mereka di Liga 1. Apabila bermain imbang atau pun kalah dari PSIS, maka Semen Padang sudah dipastikan akan terdegradasi,

Kemenangan atas PSIS pun tak akan mengamamankan posisi Semen Padang karena PSIS, Barito Putra, dan juga Persela Lamongan yang sama-sama mempunyai poin 40 poin Cuma butuh satu poin saja untuk bertahan di Liga 1 pada musim depan.

Klasemen Liga 1 2019

Ini lah klasemen Liga 1 2019:

  1. Bali United
  2. Persipura Jayapura
  3. Pusamania Borneo
  4. Persebaya Surabaya
  5. Bhayangkara FC
  6. Madura United
  7. Persib Bandung
  8. PSS Sleman
  9. PSM Makassar
  10. Arema
  11. TIRA Persikabo
  12. PSIS
  13. Barito Putera
  14. Persela Lamongan
  15. Persija Jakarta
  16. Perseru Badak Lampung
  17. Kalteng Putra
  18. Semen Padang

Klasemen Liga 1 2019 di atas pasalnya ditentukan setelah Borneo FC menekuk Persib Bandung dengan skor 1-0 di STadion Segiri, Samarinda, Rabu (11/12) kemarin. Persib yang bermain tandang malah di luar dugaan dapat mengalahkan Borneo F. Gol tunggal tim Maung Bandung tersebut diciptakan oleh Ghozali Siregar di menit ke-41.

Ghozali pasalnya membobol gawang lawan lewat tendangan dari luar kotak penalty. Tembakannya yang mana smepat mengenai pemain belakang Borneo FC tak dapat diantisipasi oleh Gianluca Pandeynuwu. Tambahan 3 poin ini bisa akhirnya membuat Persib naok ke peringkat keenam klasemen sementara dengan raihan 45 poin. Tim yang diasuh oleh Robert Alberts ini mengoleksi jumlah poin yang aman sama dengan Persebaya Surabaya akan tetapi mereka kalah head to head.

Read More
Olahraga
Olahraga Bola Kaki
SEA Games
Sepak Bola
Sepak Bola Indonesia

Indonesia Cetak Rekor Gol di Sepanjang Sejarah SEA Games

Timnas Indonesia mencetak rekor gol sepanjang sejarang performanya di SEA Games. Rekor gol yang dimaksud adalah rekor mencipatakan 21 gol dari 7 buah pertandingan. Sebelumnya catatan ketajaman terbaik Tim Garuda Muda ini tercipta di SEA Games 1997. Saat itu Timnas Indonesia mencetak 16 gol yang mana Kurniawan Dwi Yulianto menjadi top skorer dengan 5 gol yang disumbangkannya.

Indonesia Cetak Sejarah di SEA Games

Catatan 21 buah gol di SEA Games 2019 ini pasalnya unggul 5 gol atas torehan gol Timnas Indonesia di ajang SEA Games 12 tahun yang lalu itu, tepatnya di Jakarta. Timnas Indonesia tak langsung mempertontonkan ketajamannya di ajang SEA Games 2019 ini.

Egy Maulana Vikri yang menciptakan gol atas Thailand adalah gol pembuka Indonesia di ajang SEA Games ke-30 ini. Setelah mengalahkan Singapura dengan skor 2-0, Indonesia malah harus mengalami nasib buruk dengan kekalahannya di bawah Vietnam dengan skor 1-2 di partai ketiga fase grup. 

Kemudian Brunei Darussalam jadi lumbung gol Indonesia. Di laga keempat pada fase grup, Tim Garuda Muda ini menang dengan raihan 8 gol tanpa balas dari Brunei. Di laga terakhir babak grup pun, Indonesia yang melawan Laos mampu menghajar Laos dengan skor 4-0 tanpa balas. Timnas Indonesia praktis mencetak 17 gol di fase grup.

Sama sebenarnya seperti Indonesia, Vietnam yang tampil sebagai juara grup pun mencetak jumlah gol yang sama. Di laga semifinal, anak asuh dari Indra Sjafri ini kembali menunjukkan performanya yang baik dengan sumbangan 4 gol dalam laga melawan Myanmar yang berlangsung sampai dengan 120 menit.

Namun sayangnya di laga final, Indonesia gagal meraih gol togel singapore hari ini yang akan keluar setelah ditekuk oleh Vietnam dengan skor 0-3. Sehingga sampai dengan saat ini jumlah gol di SEA Games 2019 masih sebanyak 21 gol.

Ini lah catatan rekor gol Timnas Indonesia di ajang SEA Games 2019.

1977: 7 gol

1979: 6 gol

1981: 5 gol

1983: 3 gol

1985: 1 gol

1987: 7 gol

1989: 12 gol (Top skorer Mustaqim 4 gol, I Made Pasek Wijaya 4 gol)

1991: 5 gol

1993: 6 gol

1995: 14 gol (Top skorer Eri Irianto 5 gol, Fakhri Husaini 3 gol, Kurniawan Dwi Yulianto 3)

1997: 16 gol (Kurniawan Dwi Yulianto 5 gol sebagai top skorer)

1999: 11 gol (top skorer Bima Sakti 3 gol)

2001: 12 gol (top skorer Bambang Pamungkas 4 gol)

2003: 1 gol saja

2005: 6 gol

2007: 4 gol

2009: 3 gol

2011: 14 gol (top skorer Patrich Wanggai 5 gol)

2013: 4 gol

2015: 11 gol (Top skorer Evan Dimas 4 gol)

2017: 10 gol (top skorer Septian David Maulana 3 gol)\

2019: 21 gol (Osvaldo Haay 8 gol)

Sebenarnya Indonesia berharap bahwa mereka bisa memenangkan pertandingan melawan Vietnam. Sang pelatih, Indra Sjafri pun sering menyampaikan bahwa harus ada daya juang di timnas Indonesia. Mungkin hal itu merupakan turnan dari darah Minangnya yang ditanamkan nilai-nilai agar tak pantang menyerah dan mental pemenang.

Namun demikian, upayanya belum cukup ‘manjur’ untuk mengantarkan Indonesia meraih medali emas SEA Games 2019 di cabor sepak bola. Timnas Indonesia U23 benar-benar harus menelan pil pahit dengan kekalahan 0-3 di bawah timnas Vietnam.

Read More