Month: April 2020

Sepak Bola

Cerita Klopp yang Susah Terpisah dari Liverpool Selama Pandemi Corona

Jurgen Klopp merasa tak nyaman menjalani aktifitas yang harus terpisah dari Mohamed Salah dkk selama masa karantina karena pandemic corona ini. Manajer Liverpool itu pasalnya diberitakan sangat merana jika harus ‘bekerja dari rumah’ dan jauh dari anak asuhnya. Ia dan anak asuhnya sekarang ini hanya terhubung dengan perangkat teknologi komunikasi selama menjalani masa karantika di rumah masing-masing. Sosok yang pernah jadi bek dan juga striker saat masih bermain tersebut menilai skuat Liverpool sekarang ini masih memiliki semangat kebersamaan yang besar.

Klopp Susah Harus Jauh dari Anak-Anak Asuhnya

Cuma saja, Klopp merasa bahwa latihan dan pertemuan dengan cara daring ini tak bisa mengobat kerinduan untuk bercengkrama langsung seperti sedia kala. “Anak-anak dalam semangat yang bagus sekali, secara tiba-tiba ada perasaan kehilangan akan mereka karena ini adalah kelompok yang luar biasa,” ungkapnya dikutip dari CNN Indonesia.

Pria yang sudah memberi satu buah gelar Liga Champions untuk Liverpool ini tidak memungkiri begitu menikmati pertemuan menggunakan aplikasi komunikasi sebagai pengobat rundu pada skuat The Reds itu. “Anda pastinya ingin bersama dengan mereka. Ada keinginan untuk berkumpul sedekat mungkin. Ini adalah momen terdekat kami, lebih dari sekedar bertanya, ‘Apa kabar?’ dan hal-hal yang seperti itu,” imbuhnya.

“Saya bisa menerima situasi ini namun makin lama saya tidak bisa berdekatan dengan orang-orang yang kamu suka, maka itu membuat sakit. Itu lah situasi yang kami rasakan sekarang,” ungkap Klopp dilansir dari CNN Indonesia.

Mantan juru latih Borussia Dortmund tersebut juga merasa bersyukur teknologi sekarang ini memungkinkan orang dari tempat yang jauh berbeda dapat bertatap muka. Ia mengatakan situasi sangat riuh saat pertemuan dengan pemain terjadi karena semuanya bisa saling bicara, terlebih lagi kalau ada yang sedang berulang tahun. “Ya! Situasinya benar-benar kacau karena kami bernyanyi bersama,” ungkapnya lagi.

“Berbeda halnya jika kami bertatap muak seperti biasa di luar ruangan. Semua terdengar mengerikan, namun yang penting adalah ide di balik itu semua. Ketika kami mengadakan sesi pada hari itu semua yang berulang tahun sejauh ini menghargainya. Anak-anak menyukainya. Saya tidak tahu persis ada berapa Bahasa yang digunakan. Di lapangan kami biasa melakukannya sebelum berlatih,” ujarnya lagi.

Liverpool dan Pandemi Corona

Namun tak semuanya berjalan baik akibat wabah corona ini. Liverpool sendiri dibanjiri kecaman dari mantan pemain-pemainnya karena mereka ikut melakukan pemangkasan gaji karyawannya di tengah pandemic ini. Satu per satu klub Liga Inggris pasalnya melakukan kebijakan toto togel terpercaya itu untuk mengurangi beban finansial perusahaan. Liverpool, namun, yang masih mengalami keuntungan dirasa tidak pantas memberlakukan kebijakan tersebut.

Tepatnya tanggal 4 April 2020 waktu setempat lalu, para pemimpin Premier League berjanji mereka akan membayar gaji karyawannya 100% akan tetapi dengan skema 80% ditanggung oleh pemerintah Inggris sementara itu 20% lainnya dibayarkan oleh klub. Liverpool di bawah asosiasi miliader Amerika, Fenway Sports Group, mendapatkan kecaman yang keras atas rencana itu.

Misalnya saja Legenda Liverpool Jamie Carragher. Ia menilai rencana pemangkasan gaji para karyawannya itu menghilangkan niat baik manajer dan pemain yang lebih dulu setuju gajinya dipotong. “Jurgen Klopp menunjukkan kerelaannya untuk kepentingan bersama di awal pandemic ini. Pemain senior juga terlibat dalam pemotongan gaji tapi semua itikad baik itu hilang, kasihan Liverpool,” tukasnya dilansir dari CNN Indonesia.

Read More